Aira termasuk ke dalam kategori anak bertubuh “langsing”. Kalau dilihat dari growth chart berdasarkan berat , dia ada di 15th percentiles (bisa dilihat disini)
Trus apa lantas langsung dikasih vitamin biar gak kekurangan gizi? Hmm… *mikir*
Ada beberapa artikel menarik yang saya temukan, pertama bisa dilihat disini diambil dari website Mommiesdaily.
Dari Artikel ini saya mengetahui bahwa ada beberapa efek samping yang ditimbulkan akibat dari penggunaan suplemen atau vitamin yang tidak sesuai. Selama ini saya hanya tau manfaatnya, apalagi ditambah iklan-iklan yang kadang menyesatkan itu.
Berikut saya rangkum alasan mengapa penggunaan vitamin tidak dianjurkan :
- Vitamin dan mineral dalam bentuk suplemen umumnya tidak berasal dari bahan yang alami. Tapi lebih berupa bahan artifisial yang dibuat oleh pabrik, yang secara kimia dibentuk supaya memiliki kandungan yang sama dengan vitamin-vitamin tersebut. Karena diproduksi pabrik, otomatis suplemen vitamin akan lebih sulit dicerna ketimbang buah atau sayur yang sekaligus mengandung serat. Vitamin A, D, E, dan K yang tidak larut dalam air berpotensi menumpuk dalam tubuh dan dapat menimbulkan racun. Sementara vitamin B dan C walaupun larut dalam air, tapikalau terlalu banyak akan membuat ginjal bekerja ekstra, dan pada akhirnya menimbulkan batu ginjal.
- Kelebihan vitamin A bisa menimbulkan efek kelainan janin (karena itu ibu hamil dilarang menggunakan produk yang mengandung retinol dan suplemen vitamin A), gangguan pada hati, perubahan warna pada kulit, rambut rontok, dan kekeringan yang parah pada kulit/pengelupasan kulit, dan dicurigai mengganggu penyerapan vitamin D.
- Kelebihan vitamin D bisa menimbulkan penumpukan kalsium karena vitamin ini mengikat kalsium. Hypercalcemia ini bisa berakibat pusing, muntah, nafsu makan turun (nah lho, kebanyakan vitamin bisa bikin nafsu makan turun ternyata ya?), sembelit, lemas, gangguan pada detak jantung dan batu ginjal.
Artikel lainnya saya lihat disini diambil dari website IbudanAnak.
Saya quote bagian paling menariknya :
Walaupun kenaikan berat badan anak tidak signifikan (atau malah tetap), tetapi tinggi badannya naik dengan signifikan, kemampuan motorik kasar dan halusnya baik, juga perkembangan otaknya meningkat pesat, maka sesungguhnya orangtua belum perlu untuk khawatir. Bisa jadi anak cenderung langsing dan tinggi karena faktor keturunan. Selain itu, orangtua juga perlu memperhatikan gerak tubuh anak sehari-hari. Anak yang sangat aktif, tentu saja menghabiskan lebih banyak energi. Wajar lah kalau berat badannya jadi sulit naik, atau kalaupun naik sedikit sekali.
Lalu kapan waktunya kita memberikan suplemen?
Anak sedang sakit. Ketika anak sakit, tubuhnya memerlukan lebih banyak zat gizi dari biasanya. Padahal anak yang sakit cenderung kurang suka makan, akibatnya asupan gizinya (termasuk vitamin) berkurang. Pada kondisi seperti itu, tubuh anak perlu ’dibantu’ dengan memberikan suplemen vitamin.
Anak yang baru sembuh dari sakit, dapat diberi suplemen. Namun bila kondisi kesehatan anak makin membaik, pemberian suplemen sebaiknya dikurangi dan dihentikan ketika anak sudah benar-benar sehat dan selera makannya kembali normal.
Anak picky eater, susah/tidak mau makan, kurus atau berat badan sulit naiknya, sebenarnya juga tak bisa dijadikan ’pembenaran’ untuk memberikan suplemen vitamin secara rutin. Karena suplemen bukan the real solution bagi masalah-masalah tersebut.
Kalau saya sendiri sih gak mau sembarangan kasih vitamin ke anak, sampai saat ini walaupun Aira imut-imut begitu, belum pernah dikasih vitamin KECUALI Suplemen zat besi yang merk Ferlin. Karena pernah baca kalo kekurangan zat besi berpengaruh ke otak, nilai IQnya bisa berkurang 5-10 point. Toh tubuh mampu membuang kelebihan zat besi (kalau memang ternyata kelebihan).
Mungkin sedikit berniat untuk kasih curcuma yang konon kabarnya bisa meningkatkan nafsu makan, tapi ini juga mau didiskusikan lebih lanjut sama bu dokter. Pokoknya urusan anak saya gak mau salah langkah.
Yang saya lakukan sekarang masih terus berusaha menyediakan makanan dengan pola berimbang untuk Aira. Berusaha lebih kreatif untuk memberikan makanan penuh gizi dalam berbagai bentuk, biar dia gak bosen. Karena saya percaya segala sesuatu yang alami akan jauh lebih baik dibandingkan bahan artifisial yang dibuat oleh pabrik. Seperti halnya ASI lebih baik dibandingkan susu formula
Terakhir, ada pernyataan mbakyu Kirana yang saya suka :
Sebenarnya selama perkembangan dan pertumbuhan anak bagus, tidak perlu ada kekhawatiran kekurangan vitamin. Kurus bukan berarti nggak tumbuh lhoo kalo tingginya nambah